Dukaku memuja dunia dengan indah
Lukaku memahat ukiran sejati
Biar tak seorangpun tau bahwa
aku kecewa pada kisahku
yang membawa perih
Apakah aku insan yang tak tau diri?
Hingga menganggap cinta dengan hati
bukan dengan mata
Merasakan cinta dengan perasaan
bukan dengan logika
Bahkan aku sampai kehilangan akal sehat
hingga membuatku tenggelam
pada kehancuran
dan kegalauan hidup
Perih yang ku rasa seakan tak sanggup kujalani
Aku patah dengan segenap sayap-sayap palsuku
Aku mati dengan segenap nyawaku yang rapuh
Tapi, tak kan ku tangisi karna inilah takdirku
Aku harus terbiasa dengan duka
Karena luka adalah duka
Dan duka adlah aku.
Mengiris Hati
Perih yang mengiris
luka yang menyayat
hanya sepenggal kisah cinta
akhir cinta yang kecewa
bila tlah melekat di sukma
sgala bahagia yang hadir hanyalah perhiasan
dan bunga yang masih mekar
menundukkan kepala menahan beban
tersenyum di atas seluruh senyum sang taman
cinta… cinta.. cinta…
mencintai sang Cinta adalah yang paling abadi
◄«♠»ஜ] Zacky Poetra AL'fatih [ஜ«♠»►
andai datang suatu masa andai datang suatu masa ketika persekutuan angin-bintang menjelma bukan lagi bayang, apa yang kau impikan? rumah dari semua puisi cinta yang belum sempat kita tuliskan? taman bunga dari selaksa rindu yang selama ini kita pendam kejam? bolehlah.. tapi karena kita adalah jelata yang akan meruntuhkan singgasana dan mencopot mahkota maka jangan banyak berharap selain bulan madu di surga.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
blue
uiglkil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar